anekdot yang menggelitik

ada 2 kejadian yang hampir mirip

yang pertama, hari itu adalah hari selasa, sudah menjadi rutinitas saya kalau jam istirahat adalah waktunya pulang ke rumah, istirahat dan sholat di rumah, sesampainya di rumah main2 sama khansa, lalu ada cerita dari budhe nunung yang ngasuh khansa bahwa ada tetangga yang sedang puasa, saya tanya puasa apa? nyaur hutang katanya trus bilangnya males kalo puasa nyaurnya senin kamis mendingan langsungan aja..mmm saya hanya bergumam…

rambu-rambu menuju surga

rambu-rambu menuju surga

yang kedua, ada seorang bos di kantor, ketika itu saya sedang menghadap beliau dan beliau bertanya kok lemes, puasa ya mb diah? insyaAllah jawab saya. trus dia cerita bahwa menurut pemahaman dia puasa senin kamis itu sejatinya bukanlah puasa hari senin dan kamis aja tapi adalah puasa dari hari senin sampai kamis, mengapa demikian karena dia berpendapat hari jumat adalah hari raya maka sebelum hari raya kan biasanya ada puasa (kaya puasa ramadhan). tapi apakah benar demikian? bukankah hari raya setiap umat itu Allah SWT yang menentukan, dipilihnya hari Minggu untuk umatnya nabi Isa, hari sabtu untuk kaum Yahudi dan hari jumat untuk umatnya Rosululloh SAW.

biar g bingung mari kita telaah, dasar2 mengapa kita puasa cuma hari senin dan kamis, biar jelas dan ga ada bid’ah di dalamnya

Puasa senin dan kamis

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari senin? Maka beliau menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فيه وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أو أُنْزِلَ عَلَيَّ فيه

“itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya,dan aku diutus,atau diturunkan kepadaku (wahyu).” (HR.Muslim:1162)

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab:

وَكَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

“adalah beliau senantiasa menjaga puasa pada hari senin dan kamis”

(HR.Tirmidzi (745),Ibnu Majah:1739,An-Nassai (2187),Ibnu Hibban (3643).dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah)

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari senin dan kamis. Lalu ada yang bertanya: sesungguhnya engkau senantiasa berpuasa pada hari senin dan kamis? Beliau menjawab:

تُفَتَّحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يوم الإثنين وَالْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ فِيهِمَا لِمَنْ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شيئا إلا الْمُهْتَجِرَيْنِ يُقَالُ رُدُّوا هَذَيْنِ حتى يَصْطَلِحَا

“dibuka pintu-pintu surga pada hari senin dan kamis,lalu diampuni (dosa) setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun,kecuali dua orang yang saling bertikai,dikatakan: biarkan mereka berdua sampai keduanya berbaikan.”

(HR.Tirmidzi (2023),Ibnu Majah (1740),dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi dan Ibnu Majah).

3 Comments»

  yon wrote @

ooo jadi buat blog utk curhat ya…hehehe boleh jg tu tar di baca trus…ampe puas..umi yg hebat deh

  yon wrote @

kt pak amir nama anaknya uda di borongnya semua ya hahahaha…

  azz4hra wrote @

iya om ion, biar kalo khansa besar dia bisa baca, dan tau masa kecilnya:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: