^ dilema kartu kredit ^

Sore itu hp berdering,hampir sebelas jam yang lalu, mm nomer telp Jakarta yang kemaren2 sempet telpon tapi ga pernah ketemu sama yang punya hp, mungkin keluarga bogor pikirku, kuterima aja kali aja penting
Halo…
Terdengar suara seorang wanita di ujung sana yang setelah ngomong ngalor ngidul ga karuan juntrungannya, ternyata intinya nawarin kartu kredit
Dia udah punya semua data ku dan dia mau ngirimin aku kartu kredit yang sudah disiapinnya

everyday is boros day :)

everyday is boros day🙂

Aku cuma dengerin mengiyakan juga ga menolak juga tidak, dengerin sambil jawab pertanyaan2 yang sudah ga asing lagi bagiku
Sambil ngerjain kerjaan kantor jawaban itu ku jawab sambil lalu
setelah telepon dimatikan, artinya kami sudah memutuskan komunikasi aku beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB artinya sudah masuk waktu sholat ashar
agak lama di kamar mandi , pikiranku teringat tentang percakapan dengan wanita di telepon tadi, tiba-tiba aku berpikir tentang sesuatu, apakah aku tadi dihipnotis ya, soalnya beberapa pertanyaan meluncur bertubi-tubi dan aku sedang tidak konsentrasi
wah gawat apalagi aku tadi memasukkan sebuah nomor, tapi itukan no telepon abi bukan nomor pin atm-ku
gundah mulai merambati hatiku
bagaimana kalau aku memberikan kode yang penting, ku cek atm di dompet, alhamdulillah masih ada, agak lega hati ini
aku sujud menghadap Allah , berharap rasa cemasku hilang berganti rasa optimis namun sehabis sholat masih saja keraguan hinggap di hatiku

aku menyesal kenapa g kutolak saja begitu wanita itu memperkenalkan diri dari bagian kredit, sebenarnya aku juga paling anti dengan yang namanya kredit, terus terang aja aku lebih suka bayar kontan, jadi g ada tanggungan, lagian kalo ntar ada apa2 kita masih punya hutang kan itu bisa menghambat kita masuk ke surga.
Aku mau cari tau, apa bener tadi yang telepon itu dari bank mandiri, ku pencet 14000
Setelah lama menunggu customer service yang lagi banyak nerima keluhan pelanggan nya( itu berarti bank tersebut punya reputasi buruk tentang pelayanan pelanggan, wah boleh juga ni dimasukkan ke surat pembaca.pen) akhirnya tersambung juga dengan bapak-bapak di seberang sana entah dimana
Setelah panjang kali lebar aku jelasin ternyata memang ada aplikasi untuk kartu kredit lewat telepon dari kantor di Jakarta, alhamdulillah berarti tadi memang benar dari bagian kredit bank tersebut
Tapi tunggu masih ada 1 ganjalan di hati, aku merasa di bodohi dengan memberikan data-dataku
Berarti itu mengijinkan wanita tadi untuk memasukkan data pada aplikasinya, padahal aku sama sekali TIDAK BERMINAT dengan yang namanya kartu kredit
Pulang kerumah yang seharusnya membawa jawah ceria untuk khansa tapi yang ada malah wajah sedikit lesu meskipun masih menyisakan tawa untuk putriku tersayang
Ya Allah, kenapa cuma masalah sepele seperti ini aku jadi tidak bisa berpikir jernih, aku menjadi manusia yang aneh dan tidak fokus karena dibayang-bayangin sebuah kartu kredit
Aku sudah membayangkan akan datang 2 orang wanita ke kantor (seperti yang pernah kulihat sebelum2nya, ada temen kantor yang selalu dikejar-kejar wanita cantik, tapi wanita itu adalah tukang kredit bukan bidadari yang turun dari langit lho.hehe, mungkin karena melihat kejadian itu juga aku jadi merasa trauma dengan yang namanya kartu kredit, doktrinnya adalah KARTU KREDIT = MERUGIKAN.pen) dan menyerahkan kartu kreditku, sampai-sampai aku juga sudah menyiapkan jawaban untuk menghadapi ‘tamu pentingku itu’, diantaranya:
mbak maaf saya cuma mau menyampaikan beberapa hal kepada mbak-mbak sekalian,
yang pertama: saya tidak pernah mengisi aplikasi apapun untuk pengajuan pembuatan kartu kredit, meskipun itu lewat telepon, saya pikir kemaren saya tidak menyetujui pengadaan kartu kredit karena katanya wanita itu minta data dan kartu kredit saya sudah siap, makanya saya kasih tanpa saya mengiyakan akan membuat kartu kredit
kalo masih ngeyel, yang kedua: saya sudah tidak punya saldo di mandiri (syariah.pen), kalaupun masih mungkin nilanya sudah sangat kecil karena beberapa waktu yang lalu saya telah melakukan penarikan dan memindahkan saldo saya ke bank lain yang lebih baik dan saya hanya menyisakan 100ribu untuk biaya saldo minimal
kalo masih ngeyel juga, yang ketiga: kalo dia minta KTP, saya akan bilang KTP saya sudah lama hilang tempo hari bersama dompet saya (waktu saya awal-awal di jogja, yang penting kan g boong.pen) soalnya biasanya mereka cuma minta copy KTP untuk menukarkan kartu kredit yang telah mereka buat TANPA persetujuan yang punya nomor rekening alias PEMAKSAAN KEHENDAK, itu melanggar pasal berapa ya?..au ah ntar malah nambah mumet lagi..
kalo masihhh aja keukeuh, ada jurus yang ke empat, yaitu saya akan bilang kalo saya BENAR2 g mau terima kartu kredit tersebut
kalo udah g mau mau apa coba …😉
trus kalo mereka tetepp aja maksain, saya akan bilang maaf kalo urusan mbak-mbak dengan saya sudah selesai silahkan kembali bekerja, masih ingat kan jalan keluar dari kantor ini? Kalo lupa nanti saya panggilkan satpam untuk membantu..:) alias saya akan usir secara halus dan hormat tapi kejam banget g y?.. ga juga ah.. habis aku sering juga liat orang2 kantor dikejar-kejar sama tukang kredit, kasian juga kan mereka
makanya jangan basing aja maksain orang untung berhutang, DOSA lho tau g…
setelah berpikir sampe malem, ko masih ada yang ganjel ya, telepon abi aja ah (kebetulan malem ini abi lagi piket jadi ga bisa langsung curhat seperti biasa, tiap malam curhat sama abi dengan segala permasalahan umi baik masalah khansa, rumah kantor, maupun masalah2 yang laen.pen), kali aja abi punya solusi,
setelah cerita lagi sampe kelilingnya terukur jadilah abi kasih solusi
tenang aja mi, ntar abi yang hadepi (wuih.. keren..abi emang jagoan sejatiku..pen:), kata abi..
cess, alhamdulillah, akhirnya dingin juga hatiku, setelah mendengar penjelasan dari abi
makasih sayang ya, abi tu selalu tau apa yang umi mau..

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: